Pendidikan
Ada 4 ibu bertanya soal IQ...
SB
Shinta Barasa
Penulis IMABK
20 Februari 2026
2 menit baca
Pendapat saya sangat personal, bukan pendapat dari sisi praktisi.
Perkembangan IQ dipengaruhi:
1. Asupan makanan
2. Fungsi otak yang normal -- gimana dengan anak yang cara kerja otaknya berbeda tapi tidak bodoh..apakah ada alat yang bisa mengetes dengan cara otaknya bekerja? Ini yang membuat saya tidak percaya dengan pengetesan dengan satu alat dan dengan waktu yang singkat
3. Stimulus yang diterima
Penggunaan IQ, sangat identik dengan kepintaran, kenapa saya awali dengan ini pendapat pribadi, karena saya waktu kecil di kenal sebagai anak yang tidak pintar, dibandingkan adik saya yang sudah membaca di usia 4 tahun, sedangkan saya asik menggunting sofa, korden, baju dan lainnya yang dianggap sebagai nakal, dan saya melakukan aktivitas menggunting tersebut di ingatan saya, saya merasa sangat kreatif dan sangat pintar..namun lingkungan tidak berpikir sama, ketika SMA memilih jurusan, saya memilih jurusan bahasa karena minat namun lingkungan mengatakan itu tidak keren...dan akhirnya harus masuk peminatan yang saya ga suka.
Saat kuliah saya mengambil peminatan di psikologi, sempat belajar master untuk pengujian dan praktek, saya menemukan bahwa alat test yang digunakan sangat jadul yang anak sekarang tidak tahu, kemudian test tersebut juga tidak ramah ABK, alat test binet sendiri pun sudah jadul, kalau harus menggunakan battery test maka akan membutuhkan waktu yang lama saat pengambilan data dan saat mengambil kesimpulan, ini yang membuat test itu menjadi mahal....waktu... Ini belum kalau test dengan membina rapport yang lama... Maka semakin mahal.
Pada alat test yang beredar akan ditest
1. Kemampuan mengingat -- ini akan sulit untuk abk yang tidak matang visual perception
2. Kemampuan menggunakan pensil -- ini akan sangat sulit ketika ananda belum menguasai -- sedangkan alternatif menulis masih ada, yaitu dengan mengetik
3. Pengetahuan umum -- abk pada tahap awal perkembangan masih diajari kemampuan dasar, apakah tepat menanyakan pengetahuan umum dan banyak lagi sub test yang menurut saya pribadi...memang perlu modifikasi, atau di substitusi bahkan di eliminasi.
Sejauh mana sich sebenarnya IQ digunakan hanya saat melamar kerja atau saat masuk jenjang sekolah. Selebihnya ga ada.
Aturan penggunaan test IQ dalam jenjang sekolah sebenarnya harus dirubah....lagi lagi ini pendapat pribadi.
IQ itu bisa berbeda hasilnya per 3 bulan, walaupun tidak signifikan tapi bisa berbeda apa yang membuatnya beda
1. Kesiapan fisik saat mengerjakan
2. Kesiapan mental
3. Lingkungan yang supporting
4. Assessor yang mendukung
Jadi apa yang bisa kita lakukan agar mengetahui ananda memiliki kecerdasan
1. Lihat apakah ananda memiliki problem solving
2. Apakah executive functionnya berjalan
3. Apakah ananda bisa mengontrol emosi
4. Apakah ananda kreatif
5. Apakah ananda memiliki determinasi
6. Apakah ananda selalu mau berusaha dan mencoba
Kalau memang dibutuhkan test IQ untuk kepentingan sekolah, maka usahakan pengkondisian yang cukup banyak agar ananda dapat mengikuti kegiatan dengan baik, memberikan info diawal kepada assessor sehingga human error bisa dihindari.
Semoga kedepan ada alat test buatan anak bangsa untuk individu berkebutuhan khusus.
Tertanda
Pendapat pribadi non praktisi
Bagikan:
chat_bubble Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membagikan pendapatmu!