Logo Indonesia Mengajar ABK

Indonesia Mengajar ABK

menu
Pairing
Kategori: Pendidikan
Pendidikan

Pairing

SB

Shinta Barasa

Penulis IMABK

20 Februari 2026

2 menit baca

Tidak jarang saya mendengar orangtua atau terapis mengatakan, ' anaknya ga suka mainan hanya makanan', ' anaknya maunya main sendiri, kalau di dekati diam/ marah ', ' dia hanya suka makanan, ga suka mainan ', dll. Kenapa hal ini terjadi, karena salah satu teknik dalam mengajar yaitu Pairing ( memasangkan ) diri sebagai yang menyenangkan tidak di jalankan, tidak tahu ada teori pairing, tidak mengerti mengerjakan, atau lainnya. Pairing di laksanakan dari awal sesi, ketika terapis memasangkan ( pairing ) dirinya dengan sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang bisa di percaya, sehingga setiap sesi anak menunggu kehadiran terapis, layaknya seorang anak yang sangat senang ketika ayah/ ibunya datang, Kita ingin perasaan yang sama hadir ke anak ketika sesi akan mulai. Pairing juga di lakukan ketika Kita melihat anak hanya makan yang itu itu saja, main yang sama setiap hari, minum yang sama selalu, dan hanya mau mengerjakan hal yang sama, Kita dapat melakukan pengkondisian sehingga anak lebih bisa menerima hal baru atau yang tidak terlalu di sukai. Maka yang dapat kita lakukan adalah memasangkan ( pairing ) benda yang paling di sukai dengan yang tidak terlalu di sukai, di berikan bersamaan sehingga lambat laun benda yang tidak terlalu di sukai tersebut semakin kuat di kemudian hari. Teknik ini tidaklah terlalu sulit, hanya butuh konsistensi dan kreatifitas ketika akan mempresentasikannya, Kita harus membuat kedua benda ( yang sangat di sukai dan tidak terlalu di sukai ) tersebut sama asyiknya, sama istimewanya dan sama menyenangkannya. Pairing hanya akan terasa sulit ketika Kita tidak tahu harus mulai darimana, tidak tahu seberapa pentingnya teknik ini, tidak tahu kenapa harus di lakukan. Ketidaktahuan lah yang sebenarnya menghambat, hal lainnya cara Kita mempresentasikan diri kita ketika memasangkan diri kita sebagai orang yang menyenangkan, terkadang terlihat memaksa dan tidak ada seni. Mengajar itu tentu butuh seni dalam pendekatannya. Selamat memasangkan ( pairing ) diri dengan ananda/murid tercinta.
Bagikan:

chat_bubble Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membagikan pendapatmu!