Logo Indonesia Mengajar ABK

Indonesia Mengajar ABK

menu
Bagaimana Merespon Terhadap Anak?
Kategori: Pendidikan
Pendidikan

Bagaimana Merespon Terhadap Anak?

AD

Admin IMABK

Penulis IMABK

21 Februari 2026

2 menit baca

Bagaimana merespon terhadap anak? Tidak ada jawaban yang tepat, karena tergantung bagaimana reaksi anak saat itu. Kapan bilang, "wow keren kamu udah mau nyoba.." "Kamu bisa kok, sekali lagi" "Salah, caranya begini" "Ikuti yaa ( langsung membantu ) ", atau Hanya melihat tidak merespon sama sekali Semua hal diatas dibolehkan, karena tergantung respon anak saat itu. contoh: Apabila anak merespon dengan merengek ketika salah, perlu di perhatikan bentuk rengeknya, perhatikan saja wajahnya, Merengek sambil terlihat marah karena di bilang coba lagi Merengek sambil marah karena ga bisa bisa Maka kedua rengek ini bisa langsung kita bantu --- namun apabila berulang maka kita harus bantu sebelum merengek supaya tidak menjadi sebuah kebiasaan. Merengek manja karena malas mencoba dan mau yang lain aja --- maka respon kita bisa bilang --- wow keren kamu mau nyoba, sekali lagi yuk...( memotivasi ) Merengek namun tetap mengerjakan, berhenti, kembali mengerjakan ( terlihat penasaran atau tetap berusaha), respon kita bisa hanya melihat anak dan membiarkan dia berproses. Jadi tiap situasi itu beda respon kita ... Tidak sama.. Sebelum bereaksi terhadap sikap anak, pikirkan apa yang mau kita ajarkan kepada anak, apakah kita mau dia memiliki mental mencoba, mental percaya diri, atau memberikan kesempatan memiliki pengalaman ( experience ) salah dan mencoba lagi sendiri. Boleh ga sich bilang salah, ya boleh saja, kalau memang itu salah, namun kalau kesalahan itu berulang maka harusnya kita tahu itu saatnya kita membantu dan tidak lagi menyalahkan. Boleh ga kita bilang, "coba lagi", "keren kamu mau nyoba", boleh juga....namun ketika anak itu mulai terlihat makin kesulitan maka saatnya kita membantu. Respon kita harus yang memudahkan anak bertumbuh menjadi pribadi yang selalu mau mencoba ( karena tahu bisa minta tolong dan akan ada yang kan membantu ) dan percaya diri ( karena merasa mampu ). Hal lain yang bisa kita ajari adalah cara anak mengkomunikasikan kesulitannya dan memberikan banyak pilihan mengekspresikan kesulitan tersebut. Renungan malam jumat... Dikit lagi weekend
Bagikan:

chat_bubble Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membagikan pendapatmu!