Parenting
Orang Tua Mengajar
SB
Shinta Barasa
Penulis IMABK
21 Februari 2026
2 menit baca
Beberapa hari yang lalu ada bapak menghubungi saya, beliau memiliki anak laki - laki usia 4 tahun dengan diagnosa ASD dari beberapa dokter, sudah di bawa ke dr terkenal untuk periksa apakah butuh diet atau tidak, dan hasilnya butuh.
Si bapak kemudian membawa si anak ke sebuah klinik ABA yang katanya bagus karena memiliki konsultan dari luar negeri, walaupun hanya sanggup 2 sesi seminggu.
Si bapak juga memberikan terapi OT di sebuah klinik terkenal juga, hanya seminggu sekali.
Ikut coaching jarak jauh dari orang terkenal juga supaya dia bisa mengajar anaknya di rumah.
Ketika si bapak menghubungi, hal yang pertama saya tanyakan, kenapa masih butuh bantuan dengan segala apa yang sudah dan sedang di lakukan, jawabannya karena ingin anaknya berkembang cepat.
Anak tidak akan berubah cepat, anak berubah dengan kesiapan dan kematangan anak itu sendiri, dengan kecepatan dia sendiri.
Lalu saya meminta bapak tersebut mengenali diagnosa anaknya, apa karakter diagnosa tersebut kemudian membandingkan dengan apa yang terlihat di anaknya. Apa yang anaknyaa miliki. Kenali....
Kemudian melihat kesiapan tubuhnya untuk mencapai apa yang di inginkan si bapak, bicara..... Untuk bicara apa saja yang harus disiapkan? Beliau jawab mulut, lidah dan rahang..... Saya jawab tidak hanya itu....
Badannya secara keseluruhan, dari ujung rambut sampai ujung kaki.... Kenapa.... Karena untuk bicara butuh fokus dan konsentrasi, jadi seluruh badannya harus di siapkan, kalau sekarang anaknya masih lompat - lompat sendiri, masih lari lari, kontak mata minim...... maka akan sulit.
Lalu saya minta si bapak kirim video.
Videonya ada beberapa yang menarik, salah satunya adalah video ketika si bapak mengajar mand ke sianak, saya perhatikan nafas panjang dan berat dari si bapak.
Saya bilang, bapak sabar banget ya, cape ya pak, suka pusing? Bapak ada nafas sesak?
Jawabnya .....saya stress bu....
Saya hanya bilang, berhenti sebentar....ga perlu mengajar....karena ketika kita bantu anak....orang pertama yang harus di bantu adalah diri kita sendiri.
Ketika kita merasa dan berpikir sudah memberikan yang terbaik untuk anak dengan biaya yang di paksakan...ingat .. Perjalanan ini panjang ...masih puluhan tahun ke depan...
Si bapak saya minta melihat video dirinya....mengkoreksi dirinya dan kemudian baru saya minta melihat anaknya ...
Karena terkadang ketika mengajar....yang terlihat hanya anaknya dan kesalahan anak dan kesulitannya ...tidak terlihat kenapa hal tersebut menjadi sulit.
Satu lagi.... Ketika kita merasa memberikan terbaik ( yang mahal dan terkenal ) ...namun dengan porsi setengah lebih baik memberikan terapi penuh dengan harga terjangkau karena yang anak butuhkan adalah waktu belajar yang panjang dan lama.... Tinggal kuatkan evaluasinya saja.
Jangan lupa jaga kesehatan.... Kalau kita sakit maka semua yang kita siapkan pun akan ikutan tergoncang.... Anaknya masih 4 tahun.... Jangan sakit pak....
Doa saya beserta bapak...
Bagikan:
chat_bubble Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membagikan pendapatmu!