Logo Indonesia Mengajar ABK

Indonesia Mengajar ABK

menu
Fungsi Perilaku
Kategori: Pendidikan
Pendidikan

Fungsi Perilaku

SB

Shinta Barasa

Penulis IMABK

20 Februari 2026

2 menit baca

Fungsi Perilaku ada 4, perhatian ( meminta perhatian, menginginkan perhatian ), kabur ( tidak menginginkan situasi tertentu ), otomatis atau sensori, tangible ( keinginan untuk memiliki akses ). Ke empat fungsi ini menyatakan tujuan dari sebuah perilaku, namun tidak berhenti di fungsi tersebut. Karena fungsi perilaku itu ada penyebabnya ( motivasinya ), dan ada penguatnya ( reinforcement ). Reinforcement itu penguat yang tidak melulu berbentuk ( makanan atau minuman, mainan ) bisa jadi juga tidak berbentuk ( aroma yang mentrigger, kehadiran sosok yang menyenangkan ) serta penguat itu tidak selalu positif bisa negatif ( kehadiran orang yang tidak menyenangkan, situasi yang tidak nyaman, dst ). Kata kuncinya, apabila perilaku tersebut berulang dikemudian hari atau menetap, maka ada penguat yang menyebabkannya ( jadi jangan bilang, padahal saya ga kasih hadiah tapi dia mau nurut --- well, bisa jadi kehadiran kita sudah jadi penguat ). Kalau sebuah perilaku tidak baik sudah berulang, maka ada stimulus yang harus diubah atau dihilangkan. Setelah mengetahui fungsi perilaku, maka fungsinya jangan diubah, misalnya bertanya berulang kali karena ingin perhatian maka yang kita ajari adalah cara dia untuk mendapatkan perhatian. Kalau anak bertanya berulang kali karena sensori, maka yang perlu di cari tau adalah, secara sensori apa yang dia rasakan, apakah dia menikmati sensasi berulang mengucapkan ( misalnya ada satu kata yang secara spesifik di ucapkan dengan caranya ) atau secara sensorik ada rasa cemas, setelah mengetahui dibalik fungsi sensori hal yang pertama kita lakukan adalah menerima informasi ( bahwa dia cemas atau menikmati sensasi ) yang anak perlihatkan lewat perilaku setelah itu baru kita bisa berpikir kreatif bagaimana supaya anak tetap mendapatkan akses terhadap apa yang dia rasakan tanpa terlihat berbeda, dibuat lebih dapat diterima secara sosial, dibuat lebih bermakna serta fungsi. Hambatan mengenali fungsi dari perilaku adalah 1. Ketidaksiapan mengajar ( masih memikirkan hal lain ) 2. Merespon perilaku yang dihadapi terlalu cepat ( karena emosi ikutan main ) 3. tidak memahami sumber dari perilaku itu sendiri 4. Mengambil kesimpulan / asumsi berdasarkan pengalaman ( sedangkan subjek memiliki persepsi dan pengalaman berbeda ) 5. Terlalu mengandalkan insting ( sebaiknya diimbangi dengan data ) Sedikit kesimpulan dari gmeet semalam. Ada yang mau nambahin?
Bagikan:

chat_bubble Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membagikan pendapatmu!