Logo Indonesia Mengajar ABK

Indonesia Mengajar ABK

menu
Harapan Orang Tua dengan ABK Usia 18 Tahun.
Kategori: Pendidikan
Pendidikan

Harapan Orang Tua dengan ABK Usia 18 Tahun.

SB

Shinta Barasa

Penulis IMABK

20 Februari 2026

2 menit baca

Bu, anak saya sudah dewasa, umurnya 18 tahun, suka marah marah, bagaimana saya mengajarkannya ya bu? Marah karena apa bu? Ga tau, kadang lagi ga ngapa ngapain juga marah? Bagaimana ibu tau Kalau dia marah? Ya dia teriak teriak atau kadang menangis aja Dia komunikasikan ga? Bicaranya masih sedikit sedikit bu? Kalau komunikasi non verbal nya bisa? Maksudnya bu? Komunikasi lewat bahasa tubuh, lewat tulisan, ketik, gambar atau SMS atau apa saja selain verbal? Wahhh belum pernah coba bu... Memang bisa ya bu? Terkadang untuk beberapa orang komunikasi lewat gambar atau lewat tulisan atau media yang lain lebih mudah, yang penting dia bisa menyampaikan apa yang dia inginkan. Bu, bukannya Kalau lagi marah suruh tulis tulis atau gambar makin marah ya bu? Ia, sama aja kayak kita, sedang marah malah di suruh tenang atau suruh yang lain, saya maksudkan ada preventif supaya dia tidak marah, agar apa yang dia inginkan atau maksudkan bisa di mengerti orang lain. Apa bisa bu diajarin, dia menulis aja ga bisa? Ibu, alternatif yang saya sebutkan tadikan ada beberapa, ibu harus optimis dulu, berpengharapan dulu, Kalau A ga berhasil coba B, coba C. Intinya anak harus bisa komunikasi apapun caranya Tapi kayaknya dia ga akan bicara dech bu, jadi ga mungkin komunikasi Ibu, komunikasi dan bicara itu dua hal yang berbeda, seperti yang sudah saya bahas tadi, komunikasi tidak membutuhkan kemampuan bicara Hmmmm, gitu ya bu, seperti alternative gitu ya bu? Tapi nanti bisa bicarakan bu? Komunikasi itu prioritas, caranya bisa macam macam, bicara atau tidak buat saya tidak terlalu penting untuk usia 18 tahun, bagi saya anak ibu tidak marah lagi karena sudah bisa mengkomunikasikan apa yang dia inginkan jauh lebih penting, karena secara ga langsung ini juga membuat kualitas hidup ibu dan anak ibu jauh lebih baik. Caranya gimana ya bu memulai belajar komunikasi? Ibu bisa coba dengan gambar, Kalau memang dia sulit untuk menulis, atau ibu bisa ajarin dia mengetik di hape, jadi nanti bisa SMS sama anak atau WA dengan anak Bisa ya bu? Apa ibu ada kasus anak sudah bisa begitu dengan usia yang besar? Ibu, sekali lagi saya Bilang, ibu harus optimis, percaya dengan kemampuan anak ibu Karena saya tau kemampuannya makanya saya tanya bu? Ibu kan ga tau, hanya kasih Harapan saja Itulah tugas saya bu, kasih Harapan, karena itu yang ibu butuhkan sekarang untuk bisa bergerak, betul saya ga kenal anak ibu, yang saya percaya adalah Harapan dan optimis bisa jadi motivasi untuk bergerak dan berubah.. Mau anaknya berubah ga bu Ya mau, siapa yang ga mau anaknya berubah, saya juga ada Harapan kok ke anak saya? Saya jadi tersinggung ibu Bilang saya ga berpengharapan Loch saya ga Bilang ibu ga berpengharapan, saya Bilang ibu harus berpengharapan, artinya harus lebih lagi dari yang sudah ada.... Maaf ya bu Kalau menyinggung, saya tidak bisa merasakan apa yang ibu rasakan, membanyangkan di posisi ibu aja saya sulit, saya hanya memerankan peran saya, yaitu memberikan saran, saya tidak untuk memberikan solusi, karena solusi datang ya dari ibu sendiri.. Semangat ya bu Ya bu Note: Terkadang sulit untuk menjadi posisi yang di minta pendapat, kadang bisa multi tafsir terutama apabila dilakukan lewat tulisan ( WA, inbox) atau telephone...
Bagikan:

chat_bubble Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membagikan pendapatmu!