Logo Indonesia Mengajar ABK

Indonesia Mengajar ABK

menu
Membuat Program
Kategori: Pendidikan
Pendidikan

Membuat Program

SB

Shinta Barasa

Penulis IMABK

20 Februari 2026

2 menit baca

Membuat program bisa mudah ketika kita tahu apa yang kita ingin capai. Jadi kuncinya adalah pemahaman terhadap kebutuhan. Kalau masih bingung coba lakukan berikutnya: 1. Observasi kemampuan anak 2. Buat baseline ( dasar ) dari hasil observasi 3. Tentukan target dan program Contoh : Setelah mengobservasi anak di sekolah di dapati bahwa anak kesulitan untuk dapat bisa berbaris dengan rapi dan tertib, anak masih belum bisa duduk diam dalam waktu yang lama, dan ada sekita 10 kemampuan yang menurut kita perlu ditambahkan ke anak atau di perkuat. Prosudural Pembuatan Program : 1. Dari hasil observasi tentukan jumlah kemampuan yang akan di kejar, sesuaikan dengan jumlah sesi yang dimiliki anak sehingga target kemampuan dapat tercapai dengan realistik. 2. Kemudian buatkan baseline dari tiap kemampuan misalnya ; • Kemampuan berbaris – hasil observasi anak belum bisa berbaris sama sekali maka tidak bisa baris menjadi baseline • Anak belum bisa duduk diam – hasil observasi anak hanya bertahan duduk selama 10 menit maka 10 menit menjadi baseline. 3. Setelah mendapatkan baseline kita buatkan prerequite ( kemampuan sebelumnya ) bagaimana cara menentukanya caranya dengan melihat 1 tingkat kemampuan yang persis dekat dengan kemampuan yang akan ditargetkan, contoh: Kemampuan berbaris – tidak bisa sama sekali, maka kemampuan yang terdekat adalah perintah sedehana, kenapa... karena untuk bisa meminta anak berbaris maka anak harus paham perintah ‘ berbaris di lapangan’ , ini termasuk perintah sederhana. 4. Setelah mendapatkan baseline kita buat program, referensi program ada banyak di google, buku, bertanya dengan orangtua lain, bertanya dengan konsultan , bertanya pada guru sekolah, kita bisa buatkan task analisisnya ( tahapan ) , menentukan task analisis ini kita butuh banyak referensi program sehingga program kita kaya, semakin detail semakin baik, dan akan lebih baik kalau bisa dikaitkan dengan program ( kemampuan yang sudah tercapai )ketika dalam pembuatannya kita mecoba berkali – kali untuk mendapatkan yang mendekati ideal, kuncinya harus detail ( banyak ) sehingga tidak ada yang tertinggal ( minimal 10 – 15 ) contoh; Kemampuan berbaris 1. Anak paham instuksi sedehana, misalnya; berbaris, kumpul di tengah, ikuti teman, dll 2. Anak dapat berdiri dalam barisan selama 10 menit ( buat target dari yang paling mudah, misalnya 5 menit sampai akhirnya bisa selama sesi berbaris ) 3. Anak memahami instruksi sederhana ketika dalam barisan ( guru berada di depan dan anak dalam barisan ) – bisa dilakukan dalam bentuk bermain peran atau dalam bentuk sosial stroy 4. Dlll – sampai sekecil – kecilnya tahapannya sehingga akan mempermudah anak mengikuti dan target lebih realistis serta mudah dicapai sehingga anak lebih percaya diri untuk menjalankan program 5. Setelah mendapatkan program dan tahapannya, kita lalu buatkan prosudural pelaksaan tiap tahapan, isi dari prosudural adalah; • Materi belajar • Prompt yang digunakan • Tata laksana • Target • Dan program lanjutannya akan kemana Semakin detail kita membuat prosudural akan semakin baik , team pelaksaan (terapis/ guru) dalam membaca, memahami program dan menjalankan program Disclaimer: Cara pembuatan program ini berdasarkan pengetahuan saya dan ini bukanlah sebuah kebenaran hanya salah satu dari sekian ribu cara yang ada, boleh diikuti boleh juga tidak, bisa bermanfaat dan bisa juga tidak. Kalau ada hal yang kurang dipahami hendaknya bisa mengkonfirmasi ke saya. Semoga bermanfaat untuk para pejuang ABK...semangat
Bagikan:

chat_bubble Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membagikan pendapatmu!