Logo Indonesia Mengajar ABK

Indonesia Mengajar ABK

menu
Stimming
Kategori: Pendidikan
Pendidikan

Stimming

SB

Shinta Barasa

Penulis IMABK

20 Februari 2026

2 menit baca

Stims adalah perilaku merangsang diri sendiri, perilaku yang sama dan berulang – ulang. Beberapa contoh stims; • Pada tangan Mengepak – ngepakkan tangan, menjentikkan jari, meregangkan atau memilih jari, mengepalakan tangan, mengetuk-ngetuk dengan jari. • Taktil Menepukkan, menggesek, membelai, berbagai jenis bahan, misalnya bahan sutera atau kulit, menggerakkan jari tangan atau kuku pada bahan yang kasar misalnya, kursi atau meja, meraba sudut benda, menghisap pakaian, mengulum benda. • Gerakan motorik Melompat- lompat, berjalan mondar-mandir, memanjat perabotan, berbaring dengan posisi yang tidak biasa. • Visual Melirik sinar lewat jari tangan, memandang dengan mata dipicingkan, bermain dengan stop kontak, tertarik pada pola bintik/garis, bermain dengan bayangan, memutar-mutarkan roda mobilan, membalikkan halaman majalah, terpesona dengan logo/brosur/huruf/angka tertentu. • Suara Mendengarkan suara yang spesif yang ada di lingkungan dan mengacuhkan yang lain misalnya, suara AC/ jam/ penjual es krim, mengulang pola suara yang diminati, terpesona dengan siaran iklan tertentu, menyanyi, bergumam atau membuat suara sendiri. • Penciuman Membaui makanan atau benda yang baru dikenal, mencium setiap sendok sebelum dimakan, mencium rambut/kulit orang, berkomentar tentang bau orang, merogoh tangan kedalam celana dan membauinya. • Masturbasi Mengosok –gosokkan pada peralatan, pinggul yang digerak-gerakkan ketika berbaring telungkup, memainkan alat kelaminnya, noted, ketika hal ini dilakukan berulang dan bukan dalam konteks untuk memuaskan diri. • Self injured Menghentakkan siku pada meja, membentur-benturkan kepala, mencubit diri sendiri, menarik rambut sendiri. Jika terjadi CEPAT hindarkan yang memicunya dan jangan meningkatkan stressnya, jangan tunggu sampai luka baru kita bertindak. • Ketegangan otot atau posisi tubuh: Stims ini terjadi pada kinestetik dan proprioseptif, otot yang ditegangkan, kaki yang direntangkan, jari atau punggung yang melengkung, berguling-guling, bergelantung pada perabotan dengan kepala dibawah. Stims yang sulit di-identifikasi Replay: mengulang-ngulang adengan pada video/film dalam kepala mereka, bisa dalam bentuk tindakan atau begong disertai tertawa sendiri misalnya menjadi bebek atau kucing tetapi tidak dengan cara bermain. Kita dapat mengidentifikasi dengan melihat pandangan matanya seperti orang sedang menerawang. Cara menghentikan STIMS • Untuk ketegangan otot, cobalah pijat pada bagian yang tegang, tekanan yang cukup pada anak dapat menolong perilaku. • Dapatkan perhatian si anak. • Lakukan suatu kegiatan yang mengasikkan buat si anak msalnya, menyanyi dan lain-lain. • Lakukan gross motor imitasi • Bertindaklah dengan cepat dan tegas terhadap si anak • Berikan tugas yang mudah dan pastikan bahwa si anak dapat melakukannya dengan benar. • Berikan reward jika sianak merespon positif apa yang kita inginkan tanpa ada stims lagi yang dia lakukan. • Pertahankan perilaku positif tersebut, jangan beri jeda waktu buat si anak kembali pada stims. • Lakukan secara konsisten apa yang sudah kita kerjakan. . Berikan alternative perilaku yang fungsional penggantinya perilaku stimming
Bagikan:

chat_bubble Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membagikan pendapatmu!