Logo Indonesia Mengajar ABK

Indonesia Mengajar ABK

menu
MENGAPA OBK?
Kategori: Pendidikan
Pendidikan

MENGAPA OBK?

SB

Shinta Barasa

Penulis IMABK

20 Februari 2026

4 menit baca

Mungkin banyak orangtua yang bertanya kenapa mereka dititipkan dengan OBK, maka bukalah Yohanes 9, kemudian baca ayat 3 jawaban Allah terhadap pertanyaan muridnya, ‘ siapakah yang berbuat dosa’, dan jawaban Allah adalah ‘ bukan dia dan bukan juga orangtuanya,tetapi karena pekerjaan – pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia’, indah sekali, jawaban Allah itu lah yang harusnya menjadi pedoman kita, terutama bagi yang masih mencari jawaban atas ‘ kenapa saya’, ‘ mengapa saya’...dan kalau masih menggalau juga buka Yesaya 55:8-9, bagaimana kita tidak akan paham apa maksud rancangan Allah. Buka Maz 23:6, bagaimana Allah mengajarkan untuk mengandalkan Allah, mari jadikan ini ayat emas kita, Kebajikkan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku, dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa. Janji Allah yang kekal untuk kita yang mau megandalkan Allah. Allah sudah sangat jelas menulis orang seperti apa yang menjadi pilihannya, di Maz 147:10-11, Allah hanya menginginkan orang – orang yang takut kepadanya, bukan yang gagah secara fisik, bukan yang orang lain anggap menjadi suatu yang baik secara normatif pemikirannya ataupun kelompoknya, dan penilaian hanya ada padanya. Nilai hidup seseorang bukan dari produktifitasnya, berapa banyak uang yang dimiliki, berapa besar pengaruhnya di lingkungan atau pekerjaannya, seberapa terkenal dan seberapa disukainya ia, namun nilai seseorang dilihat dari bagaimana ia mengimani dan hidup dalam Allah, berperilaku, berpikir, bertindak dengan mendahulukan Allah, apakah Allah akan menyetujui atau tidak dan berpikir apa yang Allah mau saya katakan atau perbuat. Semua manusia memiliki nilai yang sama dimata Allah, tidak ada cetakkan khusus untuk orang tertentu, semua sama, dan semua memiliki tujuan yang sama dalam kehadirannya di dunia ini, yaitu untuk menyatakan kebesaran Allah itu sendiri, kita tidak akan pernah serupa dengan Allah, namun ketika kita bisa membuat orang bilang, ‘ ia, orang yang baik’ atau ‘wajahnya bersinar/ damai ya’ maka ada kuasa Allah dalam diri kita. Coba kita hitung ada berapa banyak OBK yang dipakai Allah untuk memulaikan namanya? Daud yang bertubuh kecil, ayub yang menderita sakit penyakit, orang lumpuh, orang buta..dan seterusnya Kalau semua orang sama dimata Allah dan semua orang memiliki tujuan yang sama, maka tidak akan ada yang membedakannya dengan OBK, OBK hadir untuk menunjukkan kebesaran Allah itu sendiri, dimana dengan karyanya yang berbeda – beda maka tidak ada satu orang pun yang bisa mengendalikan dunia ini selain Allah. Setiap OBK juga memiliki tujuan untuk memuliakan Allah apapun kondisi mereka, apapun. OBK, orang berkebutuhan khusus, hadir karena adanya konsep normal dan tidak normal, namun siapakah diantara kita 100% normal, standardnya akan sangat bervariasi, saya mungkin normal di suku saya, namun saya mungkin tidak normal bagi suku lain, saya mungkin normal di agama saya, bagi agama lain saya mungkin tidak normal, saya mungkin normal di group yang memiliki pandangan politik yang sama, namun tidak bagi yang lain, saya mungkin normal bagi kalangan berkaca mata tapi tidak bagi yang lain, saya mungkin normal karena memiliki kaki 2 tapi tidak bagi komunitas dimana sebagian besar menggunakan kursi roda dimana saya yang harus beradaptasi dengan situasi di tempat tersebut, standart normal itu tergantung dari sudut pandang seseorang, latar belakang sosial, pendidikan dan pastinya berbeda dengan orang lain atau komunitas tertentu, yang akhirnya membuat kita yang harus beradaptasi. OBK dapat memuliakan Allah dengan cara mereka sendiri, dimulai dengan kita mengenalkan siapa Allah dan kuasanya, kemungkinan orang akan skeptis mengenai keberadaan Allah yang abstrak, hal ini terjadi karena kita sendiri masih kurang mengimani keberadaan Allah itu sendiri, Allah mungkin abstrak bagi pemikiran kita, namun Allah bisa hadir didalam bentuk apapun, mengalir dalam darah, berada dalam rasa dan perasaan, ada dalam logika kita, kita hanya perlu mengimani agar kita dimampukan untuk mengajarkan dan membuat orang lain merasakan hadirnya melalui kita. OBK bisa diajarkan merasakan kebesaran Allah dari mulai dalam kandungan, dengan sering melantunkan surat – surat, ayat suci, membacakan doa, ketika anak tersebut terlahir dengan diffable, maka disitulah Allah mulai bekerja dalam diri kita dan anak itu tersebut, kita tetap dengan kebiasaan mengangkat pujian, membaca surat surat dari kitab suci, sembahyang. Anak belajar dengan meniru, dengan gaya mereka sendiri, biarkan mereka meniru ritual terlebih dahulu, biarkan mereka berbuat salah, biarkan mereka bergerak dengan cara mereka, penyembahan semua baik apabila dilakukan dengan kusyuk. Kendala yang terjadi adalah apabila kita mulai mempertanyakan keimanan anak tersebut, apakah ia betul betul sudah percaya atau tidak, padahal sama halnya dengan orang reguler dan kita sendiri, siapa yang bisa melihat iman saya, siapa yang bisa lihat saya sudah betul – betul orang percaya dengan Allah atau tidak, biarlah Allah yang memiliki kuasa terhadap itu, yang bisa membolak – balikan hati setiap orang. Tugas kita, guru, kerabat dan para team ahli adalah untuk menjadi penolong dan pelayan, kalau hanya ayah atau hanya ibu pasti tidak akan mampu, kalau hanya orangtua ( ayah dan ibu ) juga tidak akan kuat, hanya keluarga dan kerabat saja pasti tidak kuat butuh lingkungan, semua orang memiliki perannya masing – masing terutama yang berdekatan dengan dunia OBK dan gereja memiliki tugas yang tidak kalah pentingnya, tugas kita ada tertulis di Ulangan 6 ayat 7, bahwa kita perlu mengajarkannya berulang – ulang dan apabila kita menyesatkan mereka akan ada ganjaran di Markus 18:6 Dalam 1 Korintus 12 dibahas mengenai banyak anggota tetapi satu tubuh, ini perumpamaan kita dan organisasi gereja, dan diayat 22 – 23 jelas tertulis, bahwa anggota yang paling lemah lah yang paling dibutuhkan, dan kepada anggota – anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus dan terhadap anggota- anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Bagaimana Allah dengan segala rancangannya sudah memikirikan segala sesuatunya. Apakah kita masih ingat cerita orang yang ingin masuk ke gereja namun tidak bisa karena dia lumpuh, kemudian ada 4 orang yang berusaha memasukkannya dengan menandu keatas atap dan menurunkannya dengan tilam, tilam yang memiliki 4 sisi harus di pegang oleh 4 orang, ayah, ibu, kerabat dan lingkungan, disitulah saya melihat peran kita untuk mendekatkan OBK ke dalam rumah tuhan. Saling membantu dan bekerjasama. Rumah tuhan juga harus berbenah diri untuk mau menerima para OBK ini, setiap orang berhak bertemu dengan Allahnya, saya sepakat untuk membuat ibadah khusus bagi mereka, karena kita juga tidak mau mengganggu orang lain ketika kita ingin beribadah. Allah meminta mereka untuk datang dan kita menghantar mereka ke bait Allah, Markus 10:13-16. Apakah kita sudah siap dengan kehadiran mereka dan menghantarkan mereka kembali kepadaNya. Salam peduli anak, damai sejahtera dan segala puji bagiNya.
Bagikan:

chat_bubble Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama membagikan pendapatmu!